Orangtua dan anak biasanya memutuskan untuk memilih homeschooling karena beberapa kondisi atau kebutuhan-kebutuhan tertentu. Setiap anak biasanya memiliki kondisi, alasan, atau kesukaan yang berbeda. Ada beberapa format homeschooling yang bisa dipilih, sesuai dengan preferensi atau kebutuhan siswa:

Homeschooling Tunggal

Dilaksanakan oleh satu keluarga. Biasanya, orang tua yang berperan sebagai pengajar dalam keluarga tersebut. Atau, bisa juga dengan mendatangkan tutor ke rumah.

Homeschooling Majemuk

Penyelenggaranya terdiri dari beberapa keluarga, yang memiliki minat atau kebutuhan serupa. Anak-anak bisa belajar di salah satu rumah atau bergiliran di rumah peserta lain. Format ini dapat melatih anak untuk bersosialisasi walaupun tanpa berangkat ke sekolah formal.

Homeschooling Komunitas

Format ini adalah gabungan beberapa homeschooling yang menyusun dan menentukan silabus, bahan ajar dan kegiatan pokok (olah raga, musik/seni dan bahasa). Berikut juga sarana, prasarana hingga jadwal pembelajaran. Komitmen pembelajaran antara orang tua dan komunitasnya adalah 50 : 50.

Homeschooling komunitas biasanya dipilih karena beberapa alasan berikut:

  • Terstruktur dan lebih lengkap untuk pendidikan akademik, pembangunan ahlak mulia, dan pencapaian hasil belajar.
  • Tersedia fasilitas pembelajaran yang lebih baik Ruang gerak sosialisi peserta didik lebih luas tetapi dapat dikendalikan.
  • Dukungan lebih besar karena masing-masing bertanggung jawab untuk saling mengajar sesui keahlian masing-masing
  • Menggabungkan keluarga yang tinggal berjauhan melaui internet dan alat informasi lainnya untuk uji banding termasuk standarisasi.