Dalam homeschooling, sebetulnya yang memegang peranan penting bukan hanya sebatasa anak dan tutor saja. Justru, peran orang tua dalam proses belajar para siswa homeschooling atau homeschooler adalah salah satu kunci keberhasilan proses homeschooling. 

Menyekolahkan anak secara homeschooling bukan berarti orang tua lepas tangan dan menyerahkan sepenuhnya anak ke pengajar. Dalam homeschooling, peran orang tua juga dibutuhkan sebagai pendidik yang membantu anak belajar di luar jadwal homeschooling.

Bagaimana profil orang tua homeschooler yang ideal ?

  1. Mempunyai komitmen yang kuat sebagai partner belajar, dapat membantu anak dalam belajar, serta memonitor proses belajar anak
  2. Mempunyai kemauan untuk terus belajar mengenai metode pembelajaran, membuat rencana pembelajaran hingga mendesain kurikulum. Selain itu, mau juga mempelajari isi pelajaran yang sedang ditekuni oleh anak

Bagaimana mungkin saya mengajar anak saya, sementara saya tidak mempunyai background keguruan?

Untuk menjadi seorang guru, seseorang tidak harus mengikuti perkuliahan di bidang keguruan. Pada dasarnya, setiap orang tua mempunyai bakat dan naluri mengajar. Cara mengasahnya adalah:

  1. Mengikuti seminar atau pelatihan orang tua
  2. Sharing dengan sesama orang tua
  3. Sharing dan diskusi dengan praktisi pendidikan
  4. Mempelajari buku-buku pendidikan serta mengakses informasi-informasi tentang pendidikan dari internet.

Bagaimana mengajarkan mata pelajaran yang sulit seperti Matematika dan IPA ?

Pelajaran Matematika dan IPA pada anak tingkatan SD dan SMP, dari segi konten, sebetulnya belum terlalu rumit. Sehingga, orang tua masih bisa mengajari anak dengan contoh kasus sederhana yang ditemui dalam kehidupan sehari-haru.

Berbeda dengan siswa tingkat SMU yang membutuhkan ilmu yang cukup mahir dari pengajar. Jika orang tua merasa kurang mampu dalam mengajarkan, maka orang tua dapat mendatangkan tutor ke rumah untuk mengajarkan mata pelajaran tersebut.